• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • inter milan – Mediapasti.com

    Tag: inter milan

    • Hasil Derby Milan, Inter vs Milan Pada Lanjutan Serie A, Milan Menang 0-1

      Hasil Derby Milan, Inter vs Milan Pada Lanjutan Serie A, Milan Menang 0-1

      Pertandingan Inter vs Milan pada pekan ke-12 Serie A 2025/2026 di San Siro, Senin, 24 November 2025, menghadirkan duel klasik yang penuh tensi sejak menit awal. Di tengah persaingan papan atas, AC Milan mampu menundukkan Inter Milan berkat efektivitas serangan dan ketenangan lini belakang mereka. Hasil ini membuat Derby della Madonnina kembali menegaskan bahwa rivalitas sekota tak pernah kehilangan daya tariknya.

      Gol tunggal Christian Pulisic pada menit 54 menjadi pembeda di laga yang berjalan sengit. Inter tampil dominan dengan penguasaan bola 64 persen, 16 percobaan tembakan, dan lima shots on target. Akan tetapi, Milan tampil jauh lebih efisien dengan delapan tembakan dan hanya tiga yang mengarah ke gawang. Kemenangan Rossoneri semakin kokoh setelah Mike Maignan menggagalkan penalti Hakan Calhanoglu di babak kedua.

      Sepanjang pertandingan, Inter berulang kali menekan dan menciptakan peluang berbahaya, tetapi Milan merespons dengan disiplin serta pemanfaatan momentum yang sempurna. Gol Pulisic dan penyelamatan Maignan menjadi dua momen yang menentukan arah pertandingan ini.

      Inter vs Milan: Rossoneri Efisien, Nerazzurri Tak Mampu Manfaatkan Peluang

      Marcus Thuram dari Inter Milan melakukan tekel terhadap Luka Modric dalam laga Serie A melawan AC Milan di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

      Duel ini menjadi ajang penting bagi kedua tim yang tengah mengejar papan atas klasemen. Inter tidak diperkuat Denzel Dumfries dan Henrikh Mkhitaryan, sementara Marcus Thuram kembali menjadi starter setelah absen sejak akhir September. Milan turun dengan skuad yang mulai komplet berkat kembalinya Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Fikayo Tomori.

      Inter langsung menggebrak sejak menit awal. Pada menit ke-4, sundulan diving Thuram hampir membuka keunggulan, tetapi Maignan menepis bola dengan refleks cepat. Tekanan terus datang, termasuk sundulan Francesco Acerbi pada menit ke-27 yang menghantam mistar gawang. Serangan Nerazzurri semakin intens melalui peluang Lautaro Martinez yang digagalkan Maignan dan membentur tiang.

      Milan sesekali mencoba keluar dari tekanan lewat transisi cepat. Pulisic hampir mencetak gol lewat sepakan melengkung yang hanya melintas tipis di sisi tiang jauh. Namun, momen krusial hadir ketika Youssouf Fofana mencuri bola dari Calhanoglu. Serangan cepat berlanjut, dan tembakan Alexis Saelemaekers yang ditepis Sommer justru mengarahkan bola tepat ke Pulisic, yang tanpa kesalahan menuntaskan peluang dari jarak dekat.

      Inter memiliki kesempatan emas untuk menyamakan skor ketika VAR memberikan penalti setelah Strahinja Pavlovic dianggap melanggar Thuram. Calhanoglu maju sebagai algojo, tetapi Maignan sukses menepis bola dengan satu tangan—sebuah momen yang mengubah ritme dan mental pertandingan.

      Inter vs Milan: Derbi Ketat, Dua Aksi yang Jadi Pembeda

      Rafael Leao dari AC Milan berduel dengan Manuel Akanji dari Inter Milan dalam laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

      Selain panasnya persaingan, laga ini juga memiliki nilai historis karena menjadi derbi pertama sejak Inter dan AC Milan resmi membeli lahan di sekitar San Siro. Kepemilikan tersebut membuka jalan bagi pembangunan stadion baru yang akan menjadi rumah bagi kedua klub dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, seluruh pemain mengenakan tanda merah di pipi sebagai bentuk dukungan kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan.

      Inter tak menyerah setelah tertinggal. Mereka menekan melalui skema bola mati dan pergerakan Nicolo Barella yang membahayakan pertahanan Milan. Manuel Akanji dan Andy Diouf mendapatkan peluang, tapi eksekusi keduanya masih dapat diamankan Maignan. Sepakan Ange-Yoan Bonny dari sudut kotak penalti juga melambung tinggi.

      Milan bertahan disiplin dan menutup ruang tanpa panik. Allegri menginstruksikan barisan gelandangnya untuk membuat blok pertahanan yang rapat sehingga Inter kesulitan menciptakan peluang bersih pada 15 menit terakhir. Ketika peluit akhir berbunyi, Milan keluar sebagai pemenang melalui dua kontribusi utama: penyelesaian apik Pulisic dan insting penyelamatan Maignan.

      Kemenangan ini menempatkan Rossoneri naik ke posisi dua klasemen, sekaligus menegaskan bahwa kualitas pada momen krusial tetap menjadi penentu hasil dalam laga sebesar Derby della Madonnina.

    • Lautaro-Calhanoglu Cekcok, Chivu Ambil Tindakan Cepat

      Lautaro-Calhanoglu Cekcok, Chivu Ambil Tindakan Cepat

      Mediapasti.com – Dua pemain andalan Inter Milan, Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu, terlibat perang komentar secara terbuka usai kegagalan tim di Piala Dunia Antarklub 2025. Situasi panas ini membuat pelatih Cristian Chivu turun tangan cepat demi meredam konflik yang berpotensi merusak ruang ganti.

      Keretakan dimulai setelah Inter disingkirkan Fluminense di babak 16 besar, Selasa (1/7/2025). Lautaro Martinez secara terbuka mengkritik Calhanoglu dan bahkan mempersilakannya untuk meninggalkan klub.

      Calhanoglu tak tinggal diam. Gelandang asal Turki itu membalas lewat media sosial dengan menyebut komentar Lautaro sebagai sikap yang memecah belah tim.

      Rapat Darurat Digelar, Chivu Minta Inter Tetap Solid

      Merespons situasi yang memanas, pelatih Inter Cristian Chivu langsung menggelar rapat darurat bersama skuad dan jajaran manajemen di hotel tim di Charlotte, Selasa malam waktu setempat.

      Mengutip laporan Gazzetta dello Sport, Chivu menegaskan pentingnya kekompakan tim, terutama menjelang persiapan musim baru. Ia meminta semua pemain kembali fokus dan bersatu, terlepas dari hasil buruk di turnamen.

      Para pemain senior Inter disebut sepakat dengan pendekatan sang pelatih dan mengapresiasi langkah cepatnya untuk mencegah konflik makin melebar.

      Calhanoglu Tak Hadir, Rumor Kepindahan Menguat

      Menariknya, Calhanoglu tak hadir dalam pertemuan tersebut. Ia diketahui sudah kembali ke Eropa sebelum laga melawan Fluminense, bersama beberapa pemain lain yang sedang cedera.

      Gelandang 31 tahun itu memang tengah dirumorkan ingin pulang ke Turki dan bergabung dengan Galatasaray, klub masa kecilnya. Kontraknya di Inter masih tersisa dua tahun, namun ketegangan internal bisa mempercepat kepergiannya.

      Situasi Lautaro–Calhanoglu kini menjadi sorotan utama jelang bergulirnya musim baru Serie A. Pihak klub belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun diyakini akan mengambil langkah lanjutan jika ketegangan antar pemain tidak segera mereda.

    • Luka Jovic Brace Antar AC Milan Libas Inter 3-0, Rossoneri Melaju ke Final Coppa Italia

      Luka Jovic Brace Antar AC Milan Libas Inter 3-0, Rossoneri Melaju ke Final Coppa Italia

      Mediapasti.com – AC Milan sukses melangkah ke final Coppa Italia 2025 setelah membungkam rival sekota Inter Milan dengan skor telak 3-0 di leg kedua semi-final yang digelar di Giuseppe Meazza, Kamis (24/4) dini hari WIB. Agregat akhir 4-1 mengantar Milan ke partai puncak, sekaligus memastikan final kedua mereka musim ini di bawah asuhan Sergio Conceicao.

      Dominasi Milan Lewat Jovic dan Reijnders
      Luka Jovic tampil sebagai pahlawan dengan dua golnya, masing-masing di babak pertama dan awal babak kedua. Gol pembuka lahir dari umpan silang Alex Jimenez, sementara gol keduanya berasal dari sepak pojok Theo Hernandez. Tijjani Reijnders melengkapi pesta gol Milan lewat sepakan di menit akhir laga.

      Inter Milan tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Marcus Thuram, Denzel Dumfries, dan Hakan Calhanoglu. Peluang yang dimiliki Matteo Darmian, Dimarco, dan Lautaro Martinez gagal dimaksimalkan, sedangkan Milan tampil efektif dalam mengeksekusi peluang.

      Conceicao Ukir Final Kedua, Inter Loyo di Laga Besar
      Di bawah Sergio Conceicao, Rossoneri menunjukkan soliditas dan agresivitas yang membawa mereka ke final Coppa Italia usai menjuarai Supercoppa Italiana. Ini jadi kali pertama Milan mencapai dua final dalam satu musim sejak 2007/08.

      Inter harus mengevaluasi performa mereka di laga besar. Absennya kreator serangan dan penyelesaian buruk jadi titik lemah Nerazzurri. Simone Inzaghi mengakui kekecewaannya dan menyebut timnya “tidak cukup baik untuk lolos.”

      Reaksi Pasca-Laga
      Pelatih AC Milan, Conceicao, memuji performa Jovic dan menyebut timnya sudah “merasa bisa menang sejak laga melawan Atalanta.” Ia juga menegaskan pentingnya tetap fokus karena belum ada trofi yang diraih.

      Sementara itu, Inzaghi menegaskan kelelahan bukan alasan, namun menyayangkan penurunan performa timnya. Inter kini harus bangkit jelang laga krusial melawan Roma dan semifinal Liga Champions kontra Barcelona.

      Statistik Menarik

      • Jovic jadi pemain Milan pertama yang mencetak brace di derbi sejak Rafael Leao pada 2022.
      • Milan mencatat tiga kemenangan derbi dalam semusim atas Inter untuk kali ketiga dalam sejarah klub.
      • Rossoneri memainkan dua final dalam semusim pertama kali sejak 2007/08.

      Laga Berikutnya
      Milan akan menanti pemenang antara Bologna dan Empoli, dengan Bologna unggul 3-0 di leg pertama. Final Coppa Italia akan menjadi ujian besar berikutnya bagi Milan, sementara Inter harus fokus untuk mempertahankan posisi di puncak Serie A.