• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • juventus – Mediapasti.com

    Tag: juventus

    • Piala Dunia Antarklub 2025: Juventus Bungkam Al Ain 5-0, Brace Kolo Muani dan Conceição Warnai Kemenangan

      Piala Dunia Antarklub 2025: Juventus Bungkam Al Ain 5-0, Brace Kolo Muani dan Conceição Warnai Kemenangan

      Mediapasti.com – Juventus memulai langkah mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 dengan performa gemilang.

      Bertanding di Audi Field, Washington, pada Kamis (19/6/2025) pagi WIB, wakil Italia itu membantai Al Ain dari Uni Emirat Arab dengan skor telak 5-0.

      Gol-gol Juventus dicetak oleh Randal Kolo Muani (11’, 45+5’), Francisco Conceição (21’, 58’), dan Kenan Yildiz (31’).

      Dengan kemenangan ini, Bianconeri langsung memuncaki klasemen sementara Grup G.

      Jalannya Pertandingan: Dominasi Total Si Nyonya Tua

      Juventus langsung tampil menekan sejak awal laga.

      Pelatih Igor Tudor menerapkan strategi ofensif yang membuat Al Ain kewalahan.

      Meski Al Ain sempat mengancam lewat tendangan Facundo Zabala di menit ke-9, kiper Michele Di Gregorio mampu mengamankan bola dengan sigap.

      Dua menit berselang, Juventus membuka keunggulan lewat sundulan Kolo Muani memanfaatkan umpan Alberto Costa.

      Tidak butuh waktu lama, Francisco Conceição menggandakan skor di menit ke-21 lewat aksi cut inside dan tembakan kaki kiri ke sudut gawang.

      Juventus terus mengganas. Pada menit ke-31, giliran Kenan Yildiz mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung.

      Menjelang akhir babak pertama, Kolo Muani mencetak gol keduanya lewat sepakan jarak dekat, membawa Juventus unggul 4-0 saat turun minum.

      Babak Kedua: Conceição Lengkapi Pesta Gol

      Di babak kedua, Juventus tidak mengendurkan serangan.

      Francisco Conceição kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-58 dengan cara yang sama—cut inside dan tembakan kaki kiri ke arah gawang.

      Kolo Muani nyaris mencetak hat-trick pada menit ke-65 saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Al Ain, Mohammed Abo Sandah, namun tendangannya berhasil diblok.

      Al Ain sempat mencoba membalas lewat sepakan Kodjo Laba, namun kembali digagalkan oleh Di Gregorio.

      Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada tambahan gol. Juventus menutup laga pembuka ini dengan skor meyakinkan 5-0.

      Sejarah Kelam Al Ain untuk Klub Indonesia

      Sebagai catatan, Al Ain bukan lawan sembarangan.

      Klub berjuluk Al Zaeem ini pernah menjadi mimpi buruk bagi klub Indonesia.

      Pada babak play-off Liga Champions Asia 2011, mereka mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 4-0, menghentikan langkah klub Palembang tersebut menuju panggung elite Asia.

      Susunan Pemain

      Al Ain (Pelatih: Vladimir Ivic):
      Mohammed Abo Sandah; Abdoul Karim Traore, Facundo Zabala, Kouame Autonne, Ramy Rabia, Marcel Ratnik; Alejandro Romero (Adis Jasic 77′), Park Youg-woo (Nassim Chadli 76′); Soufiane Rahimi (Joshua Udoh 90+2′), Kodjo Laba, Matias Palacios (Yahia Nader 68′)

      Juventus (Pelatih: Igor Tudor):
      Michele Di Gregorio; Alberto Costa, Lloyd Kelly, Pierre Kalulu, Nicolo Savona (Fabio Gatti 82′); Francisco Conceição, Khephren Thuram (Douglas Luiz 46′), Weston McKennie, Andrea Cambiaso (Timothy Weah 46′); Kenan Yildiz (Teun Koopmeiners 62′), Randal Kolo Muani (Dusan Vlahovic 71′)

    • Resmi! Massimiliano Allegri Kembali Tangani AC Milan Setelah 11 Tahun

      Resmi! Massimiliano Allegri Kembali Tangani AC Milan Setelah 11 Tahun

      Mediapasti.com – Massimiliano Allegri resmi kembali menukangi AC Milan setelah 11 tahun berpisah. Pelatih asal Livorno itu menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Kamis (29/5/2025) waktu setempat.

      Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh pakar transfer ternama, Fabrizio Romano, lewat unggahan khasnya dengan label Here We Go.

      “Massimiliano Allegri baru saja ditunjuk sebagai pelatih baru AC Milan. Here we go! Pertemuan berlangsung dengan Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Giovanni Branchini. Semua kontrak telah ditandatangani. Allegri kembali untuk memimpin proyek baru bersama Milan,” tulis Romano.

      Allegri Jadi Pelatih Termahal Ketiga di Serie A

      Dilansir Tuttomercatoweb, Allegri menyepakati kontrak senilai 5 juta euro per musim (sekitar Rp92,7 miliar), belum termasuk bonus yang bisa mencapai 2 juta euro.

      Dengan angka tersebut, Allegri menjadi pelatih dengan gaji tertinggi ketiga di Serie A, hanya kalah dari Antonio Conte (Napoli) dan Simone Inzaghi (Inter Milan) yang masing-masing menerima 6,5 juta euro per musim menurut Sky Italia.

      Sebagai perbandingan, dua pelatih Milan sebelumnya, Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao, digaji total 3,5 juta euro per musim.

      Fonseca menerima 2,5 juta euro, sementara Conceicao dibayar 1 juta euro selama enam bulan masa kerjanya.

      Momen Reuni dengan Ibrahimovic, Kini Sebagai Penasihat Klub

      Kembalinya Allegri ke San Siro juga mempertemukannya kembali dengan Zlatan Ibrahimovic.

      Namun, kini sang legenda Swedia tak lagi berada di lapangan, melainkan menjabat sebagai penasihat pemilik klub, RedBird Capital.

      Keduanya pernah bekerja sama di musim 2010/2011, saat Milan menjuarai Serie A dan Piala Super Italia.

      Kejayaan Bersama Milan dan Juventus

      Allegri sebelumnya melatih AC Milan dari 2010 hingga 2014.

      Ia direkrut usai sukses membawa Cagliari tampil mengejutkan di Serie A.

      Di musim pertamanya, Allegri langsung mempersembahkan gelar Scudetto 2010/2011 dan Supercoppa Italiana 2011.

      Setelah meninggalkan Milan, Allegri melanjutkan karier cemerlangnya di Juventus.

      Pada periode pertama (2014–2019), ia mempersembahkan lima gelar Serie A, empat Coppa Italia, dua Supercoppa Italiana, dan membawa Juventus ke dua final Liga Champions.

      Allegri sempat kembali ke Juventus pada 2021 menggantikan Andrea Pirlo.

      Namun, periode keduanya (2021–2024) tidak seimpresif sebelumnya, meski sempat menjuarai Coppa Italia 2023/2024.

      Ironisnya, ia dipecat hanya beberapa hari setelah meraih trofi tersebut.

      Kembalinya Allegri menjadi bagian dari proyek besar AC Milan dalam upaya mengembalikan kejayaan klub baik di kancah domestik maupun Eropa.

      Dengan skuad muda yang tengah berkembang dan kehadiran figur senior seperti Ibrahimovic di balik layar, Allegri diharapkan membawa stabilitas dan mental juara ke ruang ganti Rossoneri.

    • Juventus Tersingkir dari Liga Champions Setelah Kekalahan Dramatis dari PSV Eindhoven

      Juventus Tersingkir dari Liga Champions Setelah Kekalahan Dramatis dari PSV Eindhoven

      Mediapasti.com – Juventus harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah kalah 1-3 dari PSV Eindhoven pada leg kedua play-off 16 besar yang berlangsung hingga perpanjangan waktu.

      Hasil ini membuat agregat menjadi 3-4, memaksa Si Nyonya Tua tersingkir dari kompetisi elit Eropa.

      Jalannya Pertandingan

      Pertandingan yang digelar di Stadion Philips pada Kamis (20/2/2025) dini hari WIB ini berlangsung sengit. Setelah kemenangan 2-1 Juventus di leg pertama, kedua tim tampil dengan determinasi tinggi.

      Babak Pertama

      Babak pertama berjalan tanpa gol meskipun kedua tim saling menyerang.

      PSV lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 60% dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun pertahanan Juventus masih solid.

      Babak Kedua

      Kebuntuan pecah pada menit ke-53 ketika Ivan Perisic membawa PSV unggul 1-0 melalui tembakan dari sisi kotak penalti yang mengarah ke tiang jauh.

      Juventus merespons cepat; Timothy Weah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-63 setelah menerima umpan matang di depan kotak penalti.

      Namun, PSV kembali memimpin pada menit ke-74 melalui gol Ismael Saibari, memanfaatkan umpan silang Perisic yang menciptakan kemelut di depan gawang.

      Skor 2-1 untuk keunggulan PSV bertahan hingga waktu normal usai, membuat agregat menjadi imbang 3-3 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

      Perpanjangan Waktu

      Pada menit ke-98, Ryan Flamingo mencetak gol penentu kemenangan bagi PSV setelah memanfaatkan kesalahan kiper Juventus, Michele Di Gregorio, yang gagal menangkap bola dengan sempurna.

      Gol ini memastikan kemenangan 3-1 bagi PSV dan mengantarkan mereka ke babak 16 besar dengan agregat 4-3.

      Kekalahan ini menambah derita bagi sepak bola Italia, mengingat sebelumnya AC Milan dan Atalanta juga tersingkir dari kompetisi yang sama.

      Juventus, di bawah asuhan Thiago Motta, kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki performa mereka di kompetisi domestik dan Eropa.

      Susunan Pemain

      PSV Eindhoven:

      • Benitez; Ledezma (Malacia 78′), Flamingo, Boscagli, Mauro Jr; Veerman, Schouten (Til 73′), Saibari; Perisic (Bakayoko 85′), Lang, De Jong.

      Juventus:

      • Di Gregorio; Weah, Gatti, Renato Veiga (Cambiaso 12′) (Mbangula 91′), Kelly; Koopmeiners (Savona 77′), Locatelli (Thuram 77′); Conceicao (Yildiz 77′), McKennie, Gonzalez; Kolo Muani (Vlahovic 90′).

      Dengan hasil ini, PSV melaju ke babak 16 besar Liga Champions, sementara Juventus harus fokus pada perbaikan di kompetisi domestik dan mempersiapkan diri untuk musim depan.